Tolak Anak Divaksin, Orang Tua SMP BM Dukung KBM Tatap Muka

  • Whatsapp

Oleh: Dedy

NABIRE, AMUNISINEWS.CO.ID – Pada beberapa kali pertemuan antara pihak sekolah dan orang tua murid SMP Bhakti Mandala (BM), namun rata–rata orang tua murid menolak putra-putrinya divaksin. Sementara program pemerintah pusat mewajibkan semua murid yang berusia 12 hingga 17 tahun untuk divaksin. Guna mendapatkan kekebalan tubuh dan bisa terhindar dari wabah penyebaran Virus Corona yang hingga saat ini belum bisa dipastikan hilang.

Pada pertemuan tersebut orang tua meminta kepada pihak sekolah jika anak-anaknya divaskin perlu ada pemberitahuan berupa sosialisasi kepada orang tua murid. Tetapi juga atas ijin resmi dari orang tua murid serta perlu ada kerja sama yang baik.

Sehinga dari hasil beberapa kali pertemuan itu orang tua tidak setuju anak-anak mereka divaksin untuk sementara waktu.  Tetapi semua orang tua murid mendukung pihak sekolah agar melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka harus berlangsung.

“Dari hasil pertemuan itu, pihak sekolah mendukung kemauan pihak orang tua tetapi dengan catatan harus ada bukti surat dukungan,” kata Kepala Sekolah SMP BM Nabire, Enos Alik Pasa, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire akhir pekan lalu.

Akhirnya semua orang tua murid membuat dan menandatangani surat persetujuan dengan catatan harus dengan Prokes yang sangat ketat. Anak dari rumah harus pakai masker, jika tidak terpaksa anak harus dipulang dan tidak ikut KBM tatap muka.

Dan apabila dalam kegiatan KBM tatap muka dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat Covid-19, disepakati menjadi tanggung jawab orang tua dan pihak sekolah tidak akan disalahkan.

Juga disepakati, apabila anak atau peserta didik yang tidak mengembalikan dan menunjukan surat persetujuan orang tua, anak tidak diijinkan untuk mengikuti KBM tatap muka dan hanya dilayani belajar daring atau luring.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *