Wakapolri Komjen Syafruddin: Illegal Fishing Prioritas Penumpasan Polairud

  • Whatsapp

 

wakapolri-polairud
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin (foto: ist)

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM – Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengingatkan bahwa  kondisi geografis kelautan Indonesia  yang luas membuat sektor maritim menjadi basis kekuatan dan kekayaan demi mewujudkan poros maritim dunia, hal itu didukung pengembangan keamanan udara.

Hal itu dikatakan Wajapolri ketika menjadi inspektur upacara dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-66 Kepolisian Perairan dan Kepolisian Udara (Polairud) Baharkam Polri, Kamis (1/12). Direktorat Polair dan Direktorat Poludara Polri berkomitmen mengibarkan semangat revolusi mental untuk mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Jenderal bintang tiga ini mengungkapkan dua institusi yang sudah dibentuk sejak tahun 1951 itu diharapkan meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tantangan tugas menjaga kedaulatan dan keamanan perairan maupun udara.

“Kejahatan illegal fishing dan penyelundupan masih menjadi prioritas Polisi Perairan dan Polisi Udara, total ada 359 kasus illegal fishing, 77 kasus penyelundupan, dan 21 kapal asing pencuri ikan ditenggelamkan untuk mendukung program pemerintah,” tambahnya.

Wakapolri mengungkapkan, kepolisian udara ikut berkontribusi menjaga keamanan masyarakat dengan bantuan teknis dalam operasi Ramadania maupun operasi Tinombala di Poso. “Dirgahayu Polisi Perairan dan Polisi Udara, jangan berpuas diri dengan capaian saat ini dan semakin tingkatkan aspek profesionalitas dan pembinaan,” lanjut Syafruddin.

 

Postur Alutsista

Ia juga mengungkapkan Polri terus mengembangkan dua institusi ini dengan membangun postur alutsista yang modern dan keahlian personel. “Kita sudah melakukan pengadaan kapal polisi perairan kelas A2, A3, dan C1 ke sejumlah polda, selain itu polisi udara sudah dilengkapi Helikopter Bell A429, A412, maupun pesawat Cassa 295 untuk meningkatkan fungsi SAR maupun patroli udara di wilayah perbatasan,” tuturnya,

Menurut hasil pengamatan Suara Pembaruandi lokasi, ada lima kompi gabungan perwira, bintara, tamtama, pusdikpol, awak kapal maupun awak pesawat berbaris menjadi peserta upacara. Selain itu, satu kompi alat khusus membawa dua kapal compatibleserta dua helikopter. Dalam upacara tersebut, Wakapolri memeriksa susunan formasi pasukan peserta dengan menggunakan mobil komando. (lis/dra)

 

Pos terkait