Wakil Bupati Temukan Program Kesos Tidak Tepat Sasaran

  • Whatsapp

img_8115SIDOARJO,AMUNISINEWS.COM – Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin masih menjumpai program kesejahteraan sosial tidak tepat sasaran. Ia melihat masih banyak kasus keluarga miskin yang tidak menerima layanan perlindungan sosial. Hal tersebut terbukti masih adanya keluarga miskin yang tidak menerima manfaat dari program bantuan perlindungan dan pemberdayaan yang tersedia.

Hal tersebut dikatakannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek)  Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di aula Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo, Kamis (22/9).

Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan tidak tepatnya sasaran penerima program kesejahteraan sosial disebabkan beberapa hal. Seperti tidak singkronisasinya data kemiskinan dari berbagai instansi yang menangani permasalahan kemiskinan. “Data kemiskinan itu berserakan dimana-mana, di dinas ini juga ada, di dinas ini juga ada,”ujarnya.

Wabup. berharap data kemiskinan dari berbagai instansi dapat menyatu. Sehingga nantinya penyelesaian masalah sosial dapat tepat sasaran. Lokasinya tepat, orangnya tepat dengan program yang tepat pula.

Selain itu adalah kurang optimalnya pelayanan dan penanganan masalah sosial. Penyebabnya  adalah kurang terpadunya program pengentasan kemiskinan oleh berbagai instansi. Ia mengatakan masalah kemiskinan tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja. Masalah kemiskinan adalah kerja bersama. Untuk itu dibutuhkan sinergisitas program antar instansi maupun pihak swasta untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Masalah kemiskinan merupakan kerja bersama, karena unsur penyebab kemiskinan itu tidak juga satu tetapi sangat luas,”sampainya.

Nur Ahmad Syaifuddin berharap sinergisitas antar instansi pemerintah maupun swasta perlu dilakukan. Seperti pada program SLRT oleh Kementerian Sosial R.I. Program tersebut dikerjakan untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat miskin. Dengan demikian akses pelayanan dasar yang baik terhadap kelompok masyarakat miskin dapat terus meningkat. Seperti akses terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi maupun pangan dan gizi.  Dengan demikian akan membantu mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh kelompok masyarakat miskin.

Bimtek selama dua hari tersebut diikuti oleh 75 peserta. Mereka terdiri dari fasilitator yang akan bertugas di desa dan kelurahan, suvervisor, manajer dan pelaksana Puskesos.tam

 

Pos terkait