Walikota Tual Diduga Lakukan Pembohongan Publik

  • Whatsapp

tual

KOTA TUAL, AMUNISINEWS.COM –Walikota Tual Adam Rahayaan S, Ag, M, Si, diduga telah melakukan pembohongan publik, terkait Surat Keputusan Gubernur tentang pemberhentian Sekda
Drs. Basri Adlly Bandjar.
Hal itu dikatakan Sekda saat ditemui Amunisinews,Senin (24/04) di tempat kediamannya.

Bandjar mengangap bahwa Rahayaan telah melakukan pembohongan publik, karena kemarin sewaktu gelar rapat bersama dengan seluruh pimpinan SKPD Kota Tual, kata Adam Rahayaan telah memberhentikan Bandjar dari Sekda ” Kemudian dia tidak mengunakan saya lagi sebagai Sekda,” katanya.

“Tetapi sampai dengan saat ini dalam kurun waktu sudah lebih dari 24 jam Surat Persetujuan Gubernur Maluku belum saya terima jadi saya mengangap bahwa Walikota Tual melakukan pembohongan publik,” beber Bandjar.

“Walikota mengatakan bahwa saya diganti dan saya dikeluarkan dari Sekda tetapi pada kenyataan-nya Walikota Tual tidak berani untuk mengeluarkan SK, ada apa ini?” tanya Bandjar.

Ini, katanya, merupakan cara yang tidak benar bagi seorang walikota yang belum menguasai ketentuan perundang – undangan berlaku.

Pernyataan secara resmi disampaikan Walikota Tual, Adam Rahayaan S,Ag, M,Si pada pekan kemarin bahwa Bandjar telah dinonaktifkan namun kenyataan yang terjadi tidak didasari dengan Surat Persetujuan Gubernur Maluku Ir. Said Assagaf. “Ada apa sebenarnya dengan petahana ini?” tanya Bandjar.

Lebih lanjut Rahayaan telah menyiapkan PLT Sekretaris Daerah untuk mengantikan Banjar pada pekan kemarin namun sampai dengan saat ini belum ada pergantian sama sekali.

Selain itu, katanya, nanti besok akan mempertemukan Bandjar dengan Gubernur Maluku lalu pernyataan dia itu dimana?

Kata Bandjar, Rahayaan mengatakan bahwa sejak hari ini dia tidak mengenal dirinya sebagai Sekda dan mana SK-nya?

Bandjar secara resmi mengaku tidak akan kembali bekerja sebagai Sekda walaupun dibayar.” Saya nyatakan sikap telah berhenti sebagai Sekda. Pernyataan ini saya tunjukan kepada seluruh masyarakat Kota Tual bahwa walikota telah melakukan pembohong dan dia mengatakan bahwa saya telah berhenti sebagai Sekda tetapi tidak berani untuk mengeluarkan SK,” ucapnya.

Hingga kini Bandjar masih meminta SK pemberhentian dirinya.

“Saya menuntut seperti ini karena saya tidak mau menjadi sekda lagi tetapi saya harus memberikan pelajaran kepada pimpinan seperti ini yang tidak benar,” tandasnya.
(FP-19)

Pos terkait