Warga Tolak Pengecoran Masjid

  • Whatsapp
DSC_3409
Tolak Pengecoran: Puluhan warga geruduk Masjid saat akan melakukan pengecoran. (foto: Lutfi Hermawan/amunisi)

SIDOARJO,AMUNISINEWS.COM –Puluhan warga proses terhadap pembangunan Masjid Sidratul Muntaha yang  juga sebagai sarana Shalat Center Indonesia (Lembaga Pendidikan dan Sosial)di Dusun Lengki Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, khususnya warga Dusun Lengki ngelurug Masjid yang sedang  dalam pembangunan pada saat akan dilakukan pengecoran bangunsn atas masjid Minggu (29/1).

Holili, BPD desa Suruh kepada wartawan mengatakan, keluhan masalah pengecoran mobil jaya mix ini karena tidak sesuai badan (kelas jalan) yang tonasenya 25 ton.Hal ini ditakutkan amblas,karena disini jalan sawah.Sebenarnya kejadian ini sudah 2 x kali,saat itu jam 12 malam 2015,warga sudah merasa berang tidak setutuju dengan hal ini.Sebab sudah kejadian truk muat pasir terbalik,menyebabkan jalan rusak di wilayah Suruh dusun Lengki juga.”Saat itu sampai pengurus lingkungan mendatangi pengurus Masjid H.Mukrini. Jangan warga menyerbu (geruduk)ke rumah, harusnya langsung diperbaiki kalau memang ada jalan yang rusak akibat hal tersebut, “ imbuh Holili.

Anggota Polsek yang sempat diwawancarai membenarkan adanya keluhan ini, karena ada terjadi miss,namun sudah ketemu antara  H Mukrimin dan warga sudah ada kesepakatan bersama dan pengecoran berjalan sampai selesai. “Namun untuk volume muatan dikurangi sesuai kesepakatan,” ujar Babinkamtibmas Desa Suruh Bripka Ugi Prayugo anggota Polsek Sukodono.

Sementara penanggung jawab pembangunan masjid H.Mukrinin (60)kepada media Minggu (29/1)kemarin, mengatakan warga takut kalau jalan rusak. “Namun saya siap memperbaiki kalau rusak,memperbaiki untuk sementara.Dirinya siap tapi repot mas’ warga ada yang setuju dan ada yang tidak terkait mobil yang digunakan ngecor(Jaya Mix).Untungnya warga sini ada yang paham tentang Jaya Mix dan sudah menelepon guna koordinasi dan sudah ditemukan titik terang,” ujarnya.

Warga usai protes dan menghentikan aktifitas, proses pengecoran berjalan, namun sebagaian besar warga Dusun Lengki masih banyak yang merasa keberatan (menggerutu ) atas lewatnya mobil besar yang melebihi muatan atau kelas jalan.Sangat disayangkan kalau sampai hal ini terulang lagi ujar kerumunan warga yang enggan menyebutkan namanya kepada wartawan kemarin dilokasi.(wan).

editor: hendra usmaya

Pos terkait